Tantangan yang Dihadapi Dokter Hewan di Era Milenial dan Digital

Diterbitkan Pada

10 Okt 2023

Kategori

News

Tantangan yang Dihadapi Dokter Hewan di Era Milenial dan Digital

Humas UM Sumatera Barat - Di dunia yang berkembang pesat dengan inovasi teknologi dan transformasi digital, profesi kedokteran hewan menghadapi tantangan dan peluang yang unik. Dr. Muhammad Munawaroh, Ketua Umum Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), menyampaikan hal tersebut dalam presentasi saat menjadi narasumber dalam  Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat. Seminar ini bertujuan untuk membahas bagaimana para dokter hewan beradaptasi dengan kekuatan disruptif zaman digital. Selasa, 3 Oktober 2023.

Dr. Munawaroh memulai pembicaraannya dengan menekankan bahwa disrupsi adalah sinonim dari inovasi. Hal ini mencerminkan perubahan paradigma yang menggantikan sistem-sistem usang dengan pendekatan baru yang efisien, canggih, dan bermartabat. Kutipan Rhenald Kasali, "Disrupsi memiliki potensi untuk menggantikan pemain-pemain lama," sangat relevan dalam era transformasi ini.

Era disrupsi dan transformasi digital menuntut evaluasi ulang tentang bagaimana dokter hewan beroperasi dan berpikir. Dokter hewan harus mengoptimalkan teknologi dalam pekerjaan sehari-hari mereka dan merangkul pembelajaran digital sebagai solusi strategis untuk percepatan pertumbuhan profesional mereka.

Namun, adopsi teknologi tidak boleh mengorbankan etika, kode etik profesional, atau regulasi hukum yang mengatur profesi kedokteran hewan. Munawaroh menekankan pentingnya memiliki regulasi internal organisasi profesional untuk memastikan penggunaan teknologi secara etis dan sesuai dengan hukum dalam praktik kedokteran hewan.

Peran Dokter Hewan dalam Masyarakat

Peran utama dokter hewan adalah memastikan keselamatan dan kesejahteraan manusia, hewan, dan lingkungan. Mereka memiliki peran penting dalam pengendalian penyakit, inisiatif One Health, manajemen resistensi antimikroba, serta menjembatani hubungan antara pertanian dan kesehatan masyarakat.

Dia juga membahas beberapa tantangan dan tren yang dihadapi dokter hewan dalam perkembangan profesi mereka. Termasuk di antaranya adalah munculnya penyakit baru, perubahan dalam sistem perawatan kesehatan hewan, pergeseran politik dan peraturan, kemajuan teknologi, perhatian terhadap kesejahteraan hewan, perdagangan global, dan lainnya.

Untuk berhasil dalam lanskap yang terus berubah ini, dokter hewan harus mengembangkan keterampilan seperti inovasi dan kreativitas, kepemimpinan, komunikasi interpersonal, analisis data, pemecahan masalah, berpikir kritis, dan pola pikir pertumbuhan.

Tidak lupa beliau menyoroti pentingnya kompetensi khusus untuk dokter hewan, termasuk komunikasi efektif, keterampilan klinis, dasar ilmiah kedokteran hewan, pemecahan masalah, manajemen informasi, introspeksi diri, profesionalisme, dan etika.

Selain pengetahuan medis terkait penyakit hewan, dokter hewan juga harus memiliki pemahaman dalam bidang kesehatan masyarakat, penyakit zoonosis, epidemiologi, ekonomi veteriner, keamanan pangan, toksikologi, patologi, analisis risiko, teknologi reproduksi, kesehatan lingkungan, dan lainnya. Selain itu, mereka perlu tetap terinformasi tentang penelitian biomedis, hewan transgenik, perikanan, xenotransplantasi, kesejahteraan hewan, dan sistem produksi.

Dokter hewan juga harus memiliki keterampilan dalam bidang bisnis, administrasi, manajemen, pemasaran, keuangan, teknologi, hubungan interpersonal, keterlibatan masyarakat, penelitian, dan komunikasi efektif.

Bagikan Berita

Kontak

Hubungi kami melalui alamat, email, atau telepon.

Alamat Kampus

Kampus Padang

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah Padang, 25172

Kampus Bukittinggi

Jl. By Pass Aur Kuning, Tarok Dipo, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, 26131

Kampus Payakumbuh

Jl. Soekarno Hatta No. 12 (area Koto Nan Ampek), Koto Nan IV, Kota Payakumbuh, 26219

Lokasi Kami

Temukan Kami di Peta

Kunjungi lokasi kampus kami dengan mudah melalui peta interaktif di bawah ini.