Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Negarawan dan Politikus Itu Berbeda

Diterbitkan Pada

26 Feb 2024

Kategori

News

Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Negarawan dan Politikus Itu Berbeda

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni punya pandangan menarik soal beda negarawan dan politikus/politisi.

Dia mengutip beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa statement thing in the coming generation while political thing is coming election, negarawan itu adalah mereka yang berpikir generasi yang akan datang, sedangkan politikus berpikir pemilu yang akan datang.

Syafiq juga menyebutkan bahwa banyak kritik yang disampaikan para ahli terhadap dunia politik, termasuk pakar politik yang mengatakan bahwa sesungguhnya para politikus itu tidak percaya apa yang Ia katakan, justru Ia terkejut dengan orang lain yang percaya kepadanya.

“Jadi ini adalah sebuah kritik yang cukup tajam bagi para politikus. Nah tetapi bagi Muhammadiyah yang penting adalah bagaimana berpolitik itu dengan landasan etika, dan di dalam Muhammadiyah itu berpolitik merupakan bagian dari dakwah,” tutur Syafiq saat berbicara di Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah bertajuk “Konsolidasi Dakwah Muhammadiyah Pascapemilu 2024”, Jumat malam (23/2/2024).

Syafiq juga mengatakan, Muhammadiyah merupakan gerakan yang tidak hanya berkhidmat untuk umat saja tetapi juga berkhidmat untuk bangsa dan berkhidmat untuk kemanusaiaan universal.

Karena Itulah, imbuh dia,  supaya kita tidak mengalami disorientasi. “Kita harus benar-benar memahami peran Muhammadiyah yang menganggap bahwa politik itu penting dan karena itulah maka harus ada landasan moral, ada landasan etika di dalamnya. Sebab kalau tidak, maka itu akan berlawanan dengan tujuan dakwah Muhammadiyah,” terang Syafiq.

Dia juga menjelaskan bahwa politik berusaha untuk memperoleh kekuasaan sedangkan dakwah itu berusaha untuk mencerahkan masyarakat.

“Maka janganlah sampai keterlibatan kita di dalam politik baik politik praktis maupun non praktis itu kemudian mengabaikan tujuan dari dakwah,” jelas Syafiq.

Pasca Pemilu 2024, lanjut Syafiq, Muhammadiyah mencoba untuk mengkonsolidasi jangan sampai organisasi ini kemudian kehilangan arah.

Kata Syafiq, jangan sampai warga Muhammadiyah melupakan tugas-tugas dakwah setelah Pemilu kemarin, karena pada dasarnya Pemilu itu tidak hanya pesta demokrasi tetapi juga harus dijadikan pendidikan politik.

“Jadi kalau kita hanya bersenang-senang dengan Pemilu, dan kemudian kita melupakan Pemilu itu sebagai momentum untuk melakukan pendidikan politik maka di situlah tujuan-tujuan dakwah itu akan mengalami kendala,” tandas Syafiq.

Artikel ini sudah terbit di Majelis Tabligh

Bagikan Berita

Kontak

Hubungi kami melalui alamat, email, atau telepon.

Alamat Kampus

Kampus Padang

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah Padang, 25172

Kampus Bukittinggi

Jl. By Pass Aur Kuning, Tarok Dipo, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, 26131

Kampus Payakumbuh

Jl. Soekarno Hatta No. 12 (area Koto Nan Ampek), Koto Nan IV, Kota Payakumbuh, 26219

Lokasi Kami

Temukan Kami di Peta

Kunjungi lokasi kampus kami dengan mudah melalui peta interaktif di bawah ini.