Menyaksikan dan Merasakan Kehadiran Allah Melalui Hati

Diterbitkan Pada

17 Mei 2024

Kategori

Opini

Menyaksikan dan Merasakan Kehadiran Allah Melalui Hati

Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat, “Ya Rasulullah apakah Allah itu jauh di langit atau dekat ya Rasulullah ?”

Ketika mendapat pertanyaan dari sahabat itu, Nabi menunggu sejenak sampai turun firman Allah yang berisi penjelasan untuk memberi jawaban atas pertanyaan sahabat tadi.

Jawaban yang Allah wahyukan kepada Nabi SAW adalah sebagai berikut :

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

“Wahai Muhammad apabila ada hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang diri-Ku, yakni apakah Aku jauh di langit atau Aku dekat, berilah jawaban wahai Muhammad kepada umatmu itu bahwa sesungguhnya Aku ini dekat”.

Lalu sahabat Nabi saw itu bertanya kembali, “Kalau Allah itu betul-betul dekat ya Rasulullah, bagaimana dekatnya Allah dengan kita?”

Lalu turun lagi firman Allah menjelaskan bagaimana dekatnya Allah dengan insan. Kata Allah:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf 50: Ayat 16)

Allah Itu Lebih Dekat Daripada Urat Nadi Di Leher Itu

Kalaulah mata hitam dan mata putih yang ada pada mata kita ini dekat, maka Allah lebih dekat lagi pada diri kita daripada dekatnya mata hitam dan mata putih ini.

Kalaulah rasa dan perasaan itu dekat pada diri kita, maka Allah lebih dekat lagi pada diri kita dibanding dengan rasa dan perasaan pada diri.

Kalaulah hidup itu dekat pada diri kita, maka Allah lebih dekat lagi pada diri kita daripada dekatnya hidup pada diri kita. Tapi kenapa tidak kamu pahami. Wa fii anfusikum afalaa tubshirun?” kata Allah.

Dekatnya Allah SWT bisa lebih dirasakan dalam salat. Khusyuknya hati adalah di mana kita mampu merasakan hadirnya Allah yang selalu bersama kita.

Inilah yang dikatakan oleh Rasulullah saw, “Fa illam takun tarohu fa innahu yaroha (maka jika kamu belum mampu menyaksikan Allah, maka rasakan di dalam hatimu, hidupkan rasa rohanimu, bahwasanya Allah sedang melihat dan memperhatikan dirimu)”, terutama sewaktu menegakkan ibadah salat.

Barulah pada waktu itu ibadah salat terasa nikmat, dikarenakan mesranya komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Artikel ini sudah terbit di Majelis Tabligh

Bagikan Berita

Kontak

Hubungi kami melalui alamat, email, atau telepon.

Alamat Kampus

Kampus Padang

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah Padang, 25172

Kampus Bukittinggi

Jl. By Pass Aur Kuning, Tarok Dipo, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, 26131

Kampus Payakumbuh

Jl. Soekarno Hatta No. 12 (area Koto Nan Ampek), Koto Nan IV, Kota Payakumbuh, 26219

Lokasi Kami

Temukan Kami di Peta

Kunjungi lokasi kampus kami dengan mudah melalui peta interaktif di bawah ini.