Mengajarkan Ilmu Pengetahuan

Diterbitkan Pada

13 Feb 2024

Kategori

Opini

Mengajarkan Ilmu Pengetahuan

Selain diwajibkan menuntut ilmu, setiap muslim juga diwajibkan untuk mengajarkan ilmu pengetahuan yang dikuasai kepada masyarakat luas. Ilmu pengetahuan yang bermanfaat adalah yang diamalkan oleh pelakunya. Untuk itu orang yang berilmu harus memberikan manfaat kepada seluruh warga masyarakat dengan cara mengajarkannya.

Meskipun seorang muslim paham ribuan ayat Al-Qur’an dan hadis atau fatwa ulama, mengusasi ilmu yang diperoleh dari alam semesta tetapi jika tidak diamalkan, maka ilmunya tidak memberi manfaat bagi dirinya. Sebagaimana kata pepatah, ilmu yang tidak diajarkan ibarat pohon yang tak berbuah.

Sifat ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang ibarat obor yang menyala. Jika nyala api obor disulutkan ke obor lain akan ikut menyala. Api tidak berkurang bahkan bertambah banyak sehingga semakin menerangi sekitarnya. 

Begitu juga ilmu pengetahuan yang dimiliki sesorang yang diajarkan kepada orang lain akan bertambah banyak dapat mencerdaskan masyarakat luas. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan (mengajarkan ilmu) lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim).

Mengajarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat selain akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang ia ajarkan, juga berarti telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar, demi baiknya tatanan masyarakat lewat saling menasehati dalam kebaikan dan takwa.

Banyak cara mengajarkan ilmu kepada orang lain atau masyarakat. Antara lain dapat dilakukan dengan menyebarkan secara lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa kepada masyarakat yang membutuhkan. Dapat juga dilakukan dengan memberi contoh secara tidak langsung melalui perilaku sehari-hari atau praktik ilmu yang dikuasai. Dapat dilakukan dengan menuntun secara langsung dalam bentuk bimbimngan dan pendampingan sehingga orang lain benar-benar memperoleh ilmu dan dapat mengamalkannya.

Mengajarkan ilmu perlu memperhatikan tingkat kemampuan masyarakat yang akan menerimanya. Mengajarkan ilmu sebaiknya sesuai dengan kondisi pengetahuan masyarakat dan apa yang mereka sukai. Rasulullah SAW bersabda: “Katakanlah kepada manusia sesuai dengan apa yang mereka ketahui, serta tinggalkanlah apa yang tidak mereka ketahui dan tidak mereka sukai. Apakah kamu ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan?” (HR Bukhari).

Oleh: Mutohharun Jinan

Artikel ini sudah terbit di Suara Muhammadiyah

Bagikan Berita

Kontak

Hubungi kami melalui alamat, email, atau telepon.

Alamat Kampus

Kampus Padang

Jln. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah Padang, 25172

Kampus Bukittinggi

Jl. By Pass Aur Kuning, Tarok Dipo, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, 26131

Kampus Payakumbuh

Jl. Soekarno Hatta No. 12 (area Koto Nan Ampek), Koto Nan IV, Kota Payakumbuh, 26219

Lokasi Kami

Temukan Kami di Peta

Kunjungi lokasi kampus kami dengan mudah melalui peta interaktif di bawah ini.